Gw nyaris ga pernah membeli gula merah. Karena Bapak mertua aktif produksi gula merah berbahan air dari Pohon Aren. Malah kadang gw bantu jual ke tetangga di perumahan karena lokasi kita jauh ke warung sayur yang biasanya menyediakan gula merah.

Gw selalu penasaran bagaimana cara bikin gula merah dari air Pohon Aren itu. Lebaran kali ini berkesempatan nguntit Bapak untuk memanen/menyadap air aren (nira) dari pohon.

Hari ini kita berangkat jam 06.30. Perjalanan dari rumah Bapak ke salah satu Pohon Aren nya tidak terlalu jauh. Tapi belum setengah jalan, gw udah ngos-ngosan. Sampe di pohon pertama, cape nya ampun. Rasanya udah lama ga pernah secape ini. Karena jarang olahraga😅

Poho Aren yang akan dipanen sudah dilengkapi dengan bambu yang menjulang tinggi ke atas yang berfungsi sebagai tangga. Sehingga lebih mudah naik turun. Saat turun adalah yang paling susah karena lodong (tempat nira yang terbuat dari bambu) sudah terisi penuh.

Sampai 3 lodong terisi penuh, kita pindah ke pohon yang kedua. Pohon yang kedua gw ga ikut karena lokasinya lebih terjal dan lebih jauh dari pinggir jalan. Dan hayati sudah lelah juga sih😁

Kita kembali ke rumah dan mulai memindahkan nira dari lodong menuju panci besar. Setelah itu dipanaskan dalam waktu yang lama. Biasanya di malam hari, Bapak mulai mengolah air aren yang sudah agak padat ke dalam bentuk cetakan dari bambu. Setelah dimasuk ke cetakan, ditiriskan dan dibiarkan mengeras. Tinggal dikemas menggunakan daun kelapa kering dan siap dibeli oleh Anda sekalian.

Produksi aren dari memanen hingga pengemasan sangat ramah lingkungan. Bisa dikatakan ini 100% gula organik.

Gw penasaran cari tau lebih lanjut. Gw juga bikin vlog nya di Instagram TV soal Gula Merah ini.